Tuesday, 22 January 2013

MACAM - MACAM PENYAKIT PARKIT


Dalam beternak parkit kita perlu tahu macam macam atau jenis jenis penyakit pada burung kesayangan kita, burung parkit. Dengan mengetahuinya digharapkan kita siap dalam hal mengobati dan kalau bisa mencegahnya. Penyakit adalah hal wajar dalam peternakan, baik itu disebabkan oleh virus atau bakteri. Skala penyakit ini bermacam-macam dari yang menyebabkan kerugian/kematian kecil atau besar. Penyakit seringkali menyerang burung parkit yang relative muda karena kekebalan burung ini belum sempurna. Penyakit pada burung parkit ini sering membuat peternak frustasi dan akhirnya gulung tikar.
Akan tetapi berbagai penyakit buring parkit ini dapat di cegah atau di minimalisir dampaknya terhadap ternak kita. Dengan menjaga kebersihan kandang dan pola makan burung parkit. Berikut kami sampaikan berbagai macam penyakit yang menyerang burung parkit :

A.      Psittacose
Di Negara-negara eropa seperti : Perancis, Belanda, Inggris, Jerman, Belanda sering menyebutnya dengan istilah “Penyakit Burung Betet”. Memang sesuai namanya karena penyakit burung betet ini atau psittacose seakan-akan hanya menyerang burung betet atau burung paruh bengkok saja. Menjelang perang dunia kedua Negara-negara tersebut pernah dilanda penyakit ini dan hampir memusnahkan burung peliharaan dari berbagai keluarga paruh bengkok.
Penyakit ini disebabkan oleh virius yang dapat pula menyerang unggas. Ddalam tubuh burung virus ini dapat hidup sehingga bagi yang dihinggapi, tidak menunjukkan gejala penyakit akan tetapi tubuhnya lama kelamaan semakin kurus karena kurang nafsu makan dan akhirnya burung itu akan mati.

B.      Diarrhae atau gangguan Usus
Penyakit ini sangat popular bagi peternak parkit, kalau petrnak telaten membersihkan kandang penyakit ini tidak banyak menimbulkan kerugian. Tanda-tanda penyakit ini adalah gerakan burung lamban, bertengger dengan badan mengkerut, Bulu berdiri, mata sayu serta dubur penuh kotoran (mencret).

C.      Pilek
Penyakit ini sama popular dengan penyakit mencret, apabila peternak kurang cepat menanganinya akan cepat sekali menular dan banyak membawa kematian. Tanda-tandanya adalah hidung berlendir, gerakannya lamban, nafsu makan kurang, bulu berdiri, biasanya kepala disembunyikan dibawah pangkal sayap.

D.      Rabun
Rabun adalah penyakit gangguan mata yang menyebabkan berkurang patau rusaknya penglihatan burung parkit. Tanda-tandanya adalah burung murung, apabila terbang sering nabrak, nafsu makan berkurang.

E.       Bubul
Penyakit ini disebabkan oleh binatang-binatang kecil yang ada di dalam sangkar yang membentuk sarang berupa timbunan kapur dalam tubuh burung. Tanda-tanda penyakit ini adalah : pada tungkai, jari kaki, paruh, hidung dan sekitar mulut dipenuhi kapur yang membengkak. Penyakit ini disebabkan karena kandang kotor dan jarang dibersihkan.

F.       Kaki Membuka
Penyakit kaki membuka adalah penyakit cacat kaki yang diderita sejak anak-anak burung masih dalam dekapan induknya. Tanda-tandanya : kaki membuka kesamping kanan atau kiri, burung tidak dapat berdiri normal. 

G.     Degeneratie
Sebenarnya ini bukan merupakan penyakit akantetapi merupakan bawaan dari lahir. Misal jari kaki mengepal tidak dapat dibuka, tungkai bengkok, paruh bawah terlalu panjang, sayap tidak imbang, kaki terbuka. Hal itu disebabkan perkawinan sedarah menyebabkan keturunannya menjadi inteel atau degeneratie.

H.     Vertigo
Penyakit ini lebih popular dikenal dengan penyakit ayan atau penyakit saraf, mengingat sarafnya yang terganggu. Tanda-tandanya adalah kepala berputar-putar.

I.        Meranggas
Meranggas atau rontok bulu merupakan hal yang wajar terjadi disetiap jenis unggas hal itu terjadi karena umur atau pengaruh musikan oleh penyakit, tanda-tandanya adalah rontok bulu yang berkepanjangan. Walaupun tidak menimbulkan dampak yang besar tapi penyakit ini juga mengganggu peternak parkit.


sumber : republikparkit.com

Tips tips beternak burung parkit


tips untuk beternak burung parkit:






  1. Untuk memulai usaha sebaiknya pilih indukan yang berkualitas karena waktu produksinya bisa lebih singkat sekitar 1 bulan dibanding anakan yang belum berpasangan bisa memakan waktu lebih lama. 
  2. Usahakan pilih indukan yang berbeda warna agar anaknya ada harapan berwarna. Tujuannya agar enak dilihat, warna warni. Lebih dari itu sebenarnya saat ini parkit berwarna lebih mahal dibanding parkit hijau (warna hijau disebut non warna sebaliknnya  selain warna hijau disebut warna), . oooo... begitu...
  3. Untuk mengetahui jenis kelaminnya dapat dikenali melalui ukuran badannya, ketajaman warna dan warna lubang hidung diatas paruh (kebiruan berarti jantan & bila putih/biru pucat berarti betina). batok kepala untuk yang jantan biasanya lebih besar. usahakan jumlah yang betina lebih banyak agar tidak terjadi rebutan pasangan.
  4. Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan. Karena memilih yang berpasangan itu agak susah maka disarankan untuk membeli sistem borong/ rob, yaitu membeli indukan satu kandang milik peternak. Hati hati memilih indukan. Pilih yang betul-betul sehat, produktif dan tidak stress. ini bisa dilihat dengan melihat kualitas serta  jumlah anakannya. 
  5. Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak kecil atau biasa disebut 'glodok' menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
  6. Persiapkan pula kandang cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi. Kandang kecil ukuran 50 cm x 100 cm x 50 cm cukup untuk anakannya sampai siap jual. Bila mau ditangkarkan kembali maka sediakan kandang ukuran besar atau dimasukkan ke kandang induknya kalau masih muat kapasitasnya.
  7. Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahakan dalam kondisi bersih
  8. Buang makanan yang mulai busuk akibat kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya.
  9. Makanan utama burung ini adalah millet (jewawut) serta jagung muda yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.
selanjutnya, selamat memulai ternak parkit. semoga keberuntungan menyertai anda.







sumber : agroburung.com

Thursday, 17 January 2013

CARA TERNAK PARKIT


Ternak Parkit sangat mudah. Disamping bisa menghasilkan income tambahan juga karena perawatannya yang mudah dan tidak repot. Itulah sebabnya usaha ini kian diminati banyak orang. Burung parkit sangat menarik dan indah, bahkan juga lucu. Burung ini sangat disukai berbagai kalangan mulai anak-anak sampai dewasa, dari  kalangan pehobi bahkan sampai ibu-ibu. Langsung saja kita bahas bagaimana sebaiknya cara cara beternak parkit yang mudah itu.

Hal yang perlu disiapkan adalah kandang, ukurannya sedang saja sekitar 2x1x2 (PxLxT). Sangkar ini kapasitas maksimal 30 pasang, bisa diisi kurang dari itu. sangkar terbuat dari kawat strimin karena paruhnya yang sangat kuat bisa merusak sarang kalau terbuat dari kayu. Kawat strimin banyak dijual di toko bangunan. ukuran lebar nya sekitar 92cm, usahakan pilih kawat yang berwarna / sudah dicat untuk mencegah korosi, biasanya warna hijau. beli yang roll rollan biar murah, sekitar 120 ribuan 12 meter.


contoh kandang parkit



Jangan lupa menambahkan angkringan dan juga rumah anakan atau kalau di solo namanya "glodok". tempat bertelur si parkit.



kemudian taruh indukan parkit. Untuk pemula biasanya 10 pasang.
berikut ciri parkit jantan dan betina. jantan memiliki warna biru dibagian atas hidungnya, dan untuk betina warnanya putih kotor atau krem. jangan lupa berikan glodok, satu glodok untuk satu pasang parkit. tetapi yang perlu diperhatikan sebaiknya lebihkan jumlah glodoknya untuk meminimalisir terjadinya perang rebutan glodok yang kerap terjadi.

untuk modal awalnya anda bisa menghitung sendiri. sekarang sepasang indukan parkit dijual sekitar 80 - 100rb. dan untuk kandangnya kita bisa bikin sendiri.

Makanan 
Makanan utama parkit adalah biji-bijian, dalam hal ini milet putih dan jagung muda. Berikan juga makanan tambahan berupa sayuran hijau seperti kangkung dan tauge. Sediakan tumbukan batu bata merah ataupun pasir untuk membantu pencernaannya, sekaligus mencukupi kebutuhan mineralnya.
Untuk melihat manfaat mineral pada burung, Air minum tetap harus disediakan meski dalam jumlah tidak terlalu banyak, karena sebagian kebutuhan air tercukupi dari buah-buahan dan sayuran terutama kangkung dan tauge.


Untuk meningkatkan kesuburan telur, daya tetas, dan kualitas piyikan yang menetas, kedua indukan (baik jantan maupun betina) perlu mendapat asupan bergizi, terutama yang nutrisi yang berkaitan dengan aspek reproduksi (protein, vitamin E dan vitamin K). Untuk memastikan kecukupan nutrisi esesianl tersebut, Anda bisa menggunakanBirdMature, suplemen khusus untuk burung penangkaran, yang bisa dikonsumsi induk jantan maupun betina.


Anakan
Pindahkan anakan parkit kalau sudah berumur 40 hari. anakan ini sudah bisa dijual.




Perawatan
Perawatan yang rutin adalah membersihkan kandang, karena kandang yang kurang bersih berakibat pada kesehatan burung yang akan menurun. jangan lupa jagalah kesediaan air minum dan pakan si parkit karena jumlah indukannya yang banyak.
Setelah kurang lebih 3 bulan burung parkit akan mulai bertelur dan satu bulan kemudian kita dapat menikmati hasilnya...selamat mencoba